Selasa, 22 Februari 2011

TERBUKA KESEMPATAN UNTUK MENJADI AGEN DI SELURUH INDONESIA

TELAH DIBUKA KESEMPATAN UNTUK MENJADI AGEN PUPUK POIN DUA TANI DI SELURUH INDONESIA.

Caranya mudah : Dengan sistem kemitraan yang terkoordinasi, perlindungan harga, HET yang seragam. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Di daerah tersebut belum terdapat distributor, agen maupun sub agen.

  • Distributor di tingkat Propinsi: Mendapatkan surat penunjukan dari Pusat,  Mencapai kuota sesuai yang telah ditetapkan (bertahap), Mendapatkan Pengiriman Barang 3000 botol, Mendapatkan Media Promosi: Spanduk2, Brosur2 dll. Disesuaikan ketersediaan fasilitas dan kebutuhan.
  • Agen di tingkat Kabupaten  : Mendapatkan surat penunjukan dari Propinsi,  Mencapai kuota sesuai yang telah ditetapkan (bertahap), Mendapatkan Pengiriman Barang 500 botol, Mendapatkan Media Promosi: Spanduk2, Brosur2 dll. Disesuaikan ketersediaan fasilitan dan kebutuhan.
  • Sub Agen di tingkat Kecamatan.Mendapatkan surat penunjukan dari Kabupaten,  Mencapai kuota sesuai yang telah ditetapkan (bertahap), Mendapatkan Pengiriman Barang 75 botol, Mendapatkan Media Promosi: Spanduk2, Brosur2 dll. Disesuaikan ketersediaan fasilitas dan kebutuhan.

PILIHLAH PUPUK ORGANIK INI KARENA BERMUTU TINGGI






IJIN DEPTAN : L773/HAYATI/DEPTAN-PPVTPP/XII/2010


Jenis Mikroba

Satuan

Jumlah Populasi

Azospirillum sp.
Mpn/ml
1.10 x 1011
Azotobacter sp.
Cfu/ml
7.5 x 107
Bakteri Pelarut Fosfat
Cfu/ml
6.0 x 107

Kadar Hormon
Auksin: IAA = 145,06 ppm. Giberelin: GA3 = 208,47 ppm. Sitokinin : Kinetin = 105,20 ppm. Etilen : 78,69 ppm.


Kadar Pupuk
N380 mg/l, P 26 mg/l, K 78  mg/l, Na 1900 ml/l, Mg 14 mg/l, Fe 1,05 mg/l, S 5,92 mg/l, Mn 0,5 mg/l, Zn 0,27


Jenis Pengujian

Hasil Pengujian

- Salmonella
Negatif
- E. Coli
Negatif

Pupuk mikro organik karena selain untuk meningkatkan hasil pertanian dan memperbaiki hara tanah juga sebagai antibodi tanaman terhadap serangan penyakit.

 Para petani konvensional masih mengandalkan pupuk kimia seperti KCL, ZA, SP36, urea, dll. padahal pupuk tersebut hanya memenuhi sebagian unsur hara makro saja seperti Nitrogen ( N) , Fosfor ( P) , Kalium( K) atau Sulfur( S) .
 Padahal setiap tanaman membutuhkan unsur hara makro dan mikro ( ada 16 macam) yaitu Hara Makro C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S dan Hara Mikro Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, dan Cl. Bila semua unsur tersebut tidak mencukupi maka tanaman akan tumbuh tidak normal dan hasil menjadi tidak ada alias gagal.
 Hara Mikro walaupun dibutuhkan hanya sedikit tetapi keberadaannya sangat penting dan bila tidak diperhatikan maka dapat mempengaruhi hasil panen.

 Ada tiga unsur yang sangat menentukan tingkat kesuburan tanah di lahan pertanian yaitu unsur biologi, fisika dan kimia, ketiga unsur ini saling terkait dan harus seimbang.
 Ketimpangan unsur didalam kandungan tanah akan mematikan unsur biologi didalam tanah, tanah menjadi semakin keras dan tidak dapat menyimpan air.
 Kalau sudah terjadi ketimpangan ini, pemulihannya akan memakan waktu lama dan memakan biaya yang besar.
 Kekurangan unsur mikro biasanya dijumpai pada tanah masam ( pH rendah) , dan tanah basa ( pH tinggi) , tanah mineral berbahan induk masam atau berbahan organik rendah.
 Tanah yang terus menerus diberi pupuk fosfat kalau sudah jenuh fosfat akan berubah menjadi asam dan semua unsur hara diendapkan menjadi garam fosfat yang tidak bisa diserap oleh tanaman dan tanah menjadi keras menggumpal. Tanah dalam kondisi asam unsur Mikro akan terikat oleh partikel tanah sehingga tidak tersedia bagi tanaman.

 Tanah di Jawa sebagian besar cenderung telah jenuh fosfat, beberapa wilayah di Indonesia yang miskin unsur hara mikro terutama Fe, Zn, dan Mn adalah Sulawesi, Maluku, NTT dan NTB. Tanah-tanah diketinggian diatas 700m DPL adalah type latosol atau tanah ber PH rendah, biasanya kandungan unsur mikro juga rendah.
 Tidak semua daerah dapat digeneralisir karena masing-masing memiliki karakteristik berbeda, didaerah tertentu kandungan mikronya rendah tetapi didaerah lain kandungan mikro tinggi.

 Umumnya lahan yang terus menerus ditanami tanpa penambahan unsur mikro akan membuat tanah tereksploitasi karena unsur mikro turut terpanen dari tanah, oleh karena itu pupuk mikro wajib ditambahkan.
 Sedikitnya ada 4 unsur mikro yang banyak dibutuhkan oleh tanaman yaitu Boron, Mangan( Mn) , Besi( Fe) dan Tembaga( Cu) , disamping itu diperlukan juga bakteri pengurai tanah untuk mempercepat mengembalikan kandungan tanah menjadi normal kembali.

Aplikasi yang dilakukan Pupuk Organik Poin Duatani yang ideal apabila dari awal yang dimulai penyemprotan tanah dilakukan minimal 2 kali setiap kali tanam, sehingga mengakibatkan tanah menjadi kaya mikroba dan unsur pengurai yang selalu ada di tanah. Semakin lama makin berkembang dengan demikian tanah akan terus subur dan semakin subur. Disinilah Keistimewaan pupuk ini yang tidak ada di pupuk lain.

Penghematan  bisa dilakukan. Berdasarkan hasil Uji Kelayakan yang dilakukan oleh Peneliti dari IPB  dilakukan langsung pada petani Padi. Hasilnya cukup memuaskan. Ada 3 varian yang diuji dalam 1 lahan: Pertama pupuk hayati poin dua tani kandungan Azospirillum sp. = 1.10 x 1011 Mpn/ml,
Kedua full kimia,
Ketiga pupuk hayati dengan dari jepang, kandungan = Azospirillum sp. 1.10 x 1010 Mpn/ml


Hasilnya Sbb:


Berikut Perbandingan Biaya Pupuk Poin Dua Tani dengan Produk Lain dalam lingkup Penelitian di Karawang Oleh Peneliti dari IPB.

Jenis Pupuk

Aplikasi

Biaya Produksi

Hasil Produksi

Pupuk Hayati Poin Duatani
50%
Rp. 800.000,-
11.30 ton
Pupuk Hayati Poin Duatani
100%
Rp. 500.000,-
12 ton
Kimia Murni (full kimia)
100%
Rp. 1.400.000,-
8 ton





Bila ada Pertanyaan Hubungi atau ingin menjadi Agen:



No Telpon

021 -70762976

HP
0812 - 93498752
Whatsapp
085819726159


Email
Gazaliimam69@yahoo.co.id